Pages

Friday, 26 December 2014

Insya allah 2018, jalur Kalisat Panarukan akan dibuka kembali


Berita bahagia bagi anda warga kalisat yang ingin bernostalgia, bawasanya jalur Kalisat Panarukan akan dibuka  tahun 2018 menurut Juru Bicara PT KAI Daerah Operasional IX Jember Sugeng Turnianto mengatakan, pengaktifkan kembali jalur Kalisat-Panarukan sesuai dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas). Menurut Sugeng, sebagai langkah persiapan maka tahun depan PT KAI akan menertibkan permukiman yang ada di jalur KA tersebut. 

Jalur kereta api dari Kalisat Kabupaten Jember ke Panarukan Kabupaten Situbondo Jawa Timur, akan beroperasi pada 2018 mendatang.


PT KAI saat ini masih mendata berapa rumah yang menempati lahan tersebut. Syarat utama adalah faktor keselamatan jalur KA harus steril pada jarak 11,75 meter di kanan dan kiri jalur kereta api.

“Itu 2015 itu sosialisasi dan penertiban progresnya. Tahun 2016 itu baru pembangunan badan jalan itu, terus 2017 baru pembangunan rel dan persinyalan dan stasiun- stasiun. Untuk stasiun sendiri yang nantinya direvitalisasi nantinya stasiun mana saja? Kaliwono, terus stasiun Bondowoso, Situbondo dan Panarukan,”kata Sugeng Turnianto (22/10/2014).

Jalur Kalisat-Panarukan sepanjang 69,5 kilometer melewati tiga kabupaten yaitu Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Jalur rel tersebut dibangun di era kolonial Belanda pada 1890. 


Kepala Dinas Perhubungan dan DLLAJ Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan, program mengaktifkan kembali jalur KA di Bondowoso saat ini sudah memasuki tahap perencanaan teknis. Menurutnya, pembukaan jalur Kereta ini juga merupakan salah satu program Nasional.

“ Jadi jalur rel kereta api dari Kalisat ke Panarukan ini sudah masuk Program Nasional, sudah masuk di dalam perencanaan induk pengembangan perkereta-apian di Indonesia. Bahkan, saat ini dilakukan kajian perencanaan dan desain desain. Bondowoso sangat potensial sekali karena bisa memadukan berbagai moda transportasi,” kata Wahid Wahyudi saat ditemui KBR, dalam acara Workshop Rencana Reaktifasi Jalur Kereta Api di Bondowoso, Kamis (22/5).

Wahid mengatakan, untuk merealisasi rencana ini pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mengurus masalah pembebasan lahan, yang saat ini sudah beralih fungsi menjadi tempat tinggal masyarakat.Menurutnya, pembebasan lahan inilah yang biasanya menjadi kendala utama pembangunan infrastruktur transportasi utamanya Kereta Api. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Perhubungan Bondowoso, Sigit Purnomo menyambut baik rencana reaktifasi jalur kereta api di Bondowoso. Menurutnya, ini akan berdampak signifikan bagi peningkatan perekonomian dan pariwisata di Bondowoso, yang selama ini bukan merupakan daerah lintasan KA. 

“ Selama ini Kabupaten Bondowoso tidak menjadi daerah lintasan. Dengan rencana ini tentunya akan berdampak positif baik dari sektor pariwisata dan peningkatan perekonomian karena akan membuka peluang usaha baru di Bondowoso,” kata Sigit kepada KBR. 

Stasiun Kereta Api di Bondowoso sudah lama berhenti beroperasi. Stasiun ini dulu melayani kereta api lokal tujuan Jember, namun kereta ini dinonaktifkan pada tahun 2004. 

Sumber: portalKBR

No comments:

Post a Comment